Showing posts with label Kegiatan Saat Pandemi Covid19. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan Saat Pandemi Covid19. Show all posts

Friday, September 17, 2021

IBADAH DI MASA PANDEMI COVID 19




    Covid 19 telah menghalangi orang Islam sembahyang dan ibadah di masjid. Karena berkumpulnya jamaah merupakan kegiatan yg harus dihindari di masa covid. Keadaan tersebut telah menimbulkan pro kontra di kalangan ulama. Mayoritas ulama baik MUI, NU, maupun  Muhammadiyah termasuk yg mendukung untuk tidak berjamaah di masjid. Memang ada kaedah usul fiqh “dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil masholeh” (Menghindari keburukan lebih diutamakan dari mengambil manfaat)Juga Khalifah Umar bin Khattab pernah tidak jadi masuk kota Bagdad walaupun sudah dekat  karena di Bagdad sedang berjangkit wabah. 

 
Yang kontra mengatakan ibadah di masjid pahalanya jauh lebih besar dari pada di rumah. Kalau kita tidak beribadah di masjid, maka kita kehilangan ibadah sholat tahyatul masjid, sholat Jumat, dll. Bagi kita yang sudah lansia ini, di mana daya tubuh kita tidak sekuat ketika kita masih muda, sehingga kemungkinan kena wabah lebih besar dan kalau kena wabah akan merepotkan anak cucu, maka kita cukupkan di rumah dan kita ambil manfaat kehadiran covid untuk kita beribadah.    
     
    Terasa benar covid telah menghilangkan kesempatan jamaah untuk mendapat  pahala yang besar dari sholat berjama’ah di masjid. Juga telah menghilangkan peluang silaturrahim antar jamaah secara tatap muka. Namun di balik bencana ini rupanya ada hikmah yang Allah berikan. Kesempatan beribadah menjadi lebih banyak, karena waktu penuh 24 jam di rumah. Tadinya tidak selalu dilakukan di awal waktu, sekarang bisa dilakukan  selalu diawal waktu. Juga kesempatan melakukan sholat sunnat bisa dilakukan dengan baik. Baik itu sholat qobliyah ataupun ba’diyah baik yang muakad maupun yang ghoiru muakkad. Demikian juga sholat sunnah Tahajjud, sholat Hajar, sholat witir dan sholat dhuha. Kalau selama ini sholat tahajud kadang-kadang hanya dua raka’at sekarang bisa menjadi delapan rakaat plus sholat Hajat dan sholat Witir. Demikian pula sholat Dhuha bisa dilakukan setiap hari dengan jumlah raka’at delapan raka’at yang tadinya hanya dua rakaat. 

 

    Seumur hidupku 74 tahun,  baru sekali ini sholat ied  (tahun 2020 ketika covid mulai mewabah) dilakukan di rumah dengan jamaah empat orang. Dua anak perempuanku, satu menantuku  dan satu cucu laki-laki. Biasanya, setiap lebaran pagi-pagi jam 06.00 kami sudah siap-siap untuk sholat ied ke lapangan. Kadang kita sholat ied ke lapangan Masjid Agung  Al Azhar Kebayoran Baru, ke lapangan Pamulang dan lapangan bola Bambu Apus. 

    Diawali sholat ied dua rakaat, kemudian diteruskan dengan khotbah. Biasanya kalau bertugas khotbah kupersiapkan naskahnya lengkap yg telah diprint. Tapi kali ini kupikir karena jamaahnya anak-anakku tidak perlu dipersiapkan lengkap. Cukup butir-butir bahasan yg ingin disampaikan. Kesempatan juga untuk mengingatkan anak-anakku akan hal-hal yang selama ini dalam pengamatanku amalan ibadah dan kebiasaan mereka yang "kurang pas" kusampaikan. Mereka biasanya langsung bilang “ingatin dan nyindir kita ya” sambil mereka tersenyum satu sama lain. 

  

Berikut ini ibadah-ibadah yang dapat kita lakukan selama masa covid sebagai upaya menambah pahala untuk memperbaiki timbangan dosa dan pahala kita setiap hari.

Ibadah-ibadah tersebut adalah:

I.    SHOLAT (Sholat Wajib dan Sholat Sunnah)

  1. Salat Rawatib; Salat sunah rawatib adalah salat sunah yang dikerjakan mengiringi salat fardu atau salat wajib. Terdapat dua macam salat rawatib, yakni salat rawatib qabliyah yang dikerjakan sebelum salat fardhu, atau bakdiyah yang dikerjakan setelahnya. Lihat table berikut:


  1. Salat wudu; salat sunah dua rakaat yang dikerjakan seusai wudu.
  2. Sholat Dhuha; salat sunah dua sampai 12 rakaat yang dikerjakan ketika matahari telah naik.
  3. Salat Tahajud; salat sunah yang dilakukan di waktu malam. Sebaiknya dilakukan di sepertiga malam terakhir dan sesudah kita terlelap sebelumnya. Salat sunah ini minimal dilakukan 2 rakaat. Sd 8 raka 
  4. Salat Hajat; salat sunah yang dilakukan untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT. Salat sunah ini dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat dengan salam tiap 2 rakaat
  5. Salat Taubat; salat yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT.
  6. Salat Witir

II.   PUASA; Kita juga melakukan secara teratur puasa sunnah seperti Puasa Senin Kamis, Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 bulan qomariah) dan bisa ditambah dengan puasa sunnah diwaktu-waktu tertentu seperti Puasa Asyura (10 Muharram), Puasa Tawiyah (8 Zulhijjah), Puasa Arafah (9 Zulhijjah), Puasa Syawal (6 hari di bulan Syawal) dll


III. MEMBACA AL-QUR’AN; tidak ada batasan waktu, kapan saja dan sebanyak berapa yang kita inginkan. Pahalanya dikatakan setiap huruf yang kita baca ada pahalanya. Akan lebih baik bila kita introspeksi diri dahulu, Sampai umur kita sekarang sudah berapa kali saya mengkhatamkan Al-Qur’an. Lalu bisa buat target saya ingin khatam al-Qur’an 5 kali atau 10 kali atau berapa yang kita mau. Mungkin akan lebih baik lagi bila seumur kita setiap tahun  khatam sekali. Jadi kalua umur kita saat ini 75 tahun tagetkan bias khatam 75 kali…ini luar biasa. --- dalam suatu hadis dikatakan bacaan Al-Qur’an kita akan menerangi kubur kita dan menghilangkan kemungkinan kena azab kubur. Untuk kita yang Lansia ini, dimana mata sudah kurang awas dan tangan sudah berat untuk memegang alqur’an yang besar. Ada baiknya menggunakan teknologi bisa Ipad, yang ringan dan hurufnya bisa dibesar kecilkan. Tinggal kita mendownload program Al-Qur’an yang banyak di internet. Kebetulan saya memakai program al-Qur’an dari Pakistan yang berjudul “Quran Majeed”. Di qur’an ini ada pencatatan kapan pertama kali kita membaca Alqur’an tsb dan setiap kali kita baca Al-Qur’an akan tercatat berapa lama waktunya dan kita dapat memberi tanda ketika kita mau istirahat dulu, nanti ketika mau membaca lagi tinggal melihat kita tadi sudah di surat apa , juz berapa dan ayat keberapa. Program ini juga ada artinya tinggal pilih Bahasanya, ada banyak qori’ah yang membaca Al-Qur’an 30 juz tinggal kita dngarin bila ingin hanya mendengar bacaan Al-Qur’an yang juga dapat pahala. Mungkin untuk program ini minta bantu dengan anak dan cucung kite yang biasa dengan gadget. 


IV. SADAQOH; tidak ada Batasan minimal dan maksimal, bisa dilakukan kapan saja…. Bias saja sediakan tempat (kaleng, kardus atau amplop). Setiap tergerak mau sadaqoh masukkan di kotak sadaqoh rumah kita tsb, memberikannya bisa pada waktu tertentu kepada orang atau lembag yang kita beri sadaqoh itu. 


V.  MENDENGAR DAN MENONTON TAUSIAH -TAUSIAH; Begitu banyak program tausiah di dunia maya, baik yang langsung ataupun yang sudah direkam dalam program seperti youtube, Tinggal pilih. Pilihlah tausiah yang menyejukkan hati dan mendorong kita untuk beribadah dan beramal secara lebih mantap lagi.

 

270821 HR

Wednesday, September 15, 2021

Makna Yang Kita Dapat Dari Pandemic Covid 19

Hadist Buchori
“Apabila kamu mendengar ada wabah penyakit di suatu negeri maka janganlah kamu memasukinya; dan apabila (wabah itu) berjangkit sedangkan kamu berada di dalam negeri itu, maka janganlah kamu keluar melarikan diri". (H.r al-Bukhari)

Pandemi Covid 19 sesuatu yang nyata yang harus kita hadapi. Dibalik petaka yang diakibatkan covid , kita juga harus berpikir positif bahwa ada hikmah dari pandemic covid ini yaitu:



PertamaCovid mengajari kita “bersyukur”. Kenapa bersyukur padahal covid membuat kita bergerak secara terbatas hanya di rumah. Kegiatan kita juga terbatas, penghasilan kita juga menjadi terbatas. Pergaulan kita menjadi terbatas, kegiatan ibadah kita juga menjadi terbatas. Pokoknya semua terbatas. Kita bersyukur dalam suasana keterbatasan tersebut karena kita tetap sehat. Coba lihat banyak orang yang kena dan terpaksa di rawat di rumah sakit dan tidak boleh dikunjungi keluarga. Bahkan kalau dia wafat pun diperlakukan secara khusus dan pihak keluarga hanya melihat dari jauh saja. Karena itu kita harus bersyukur tetap sehat.



 

KeduaCovid mengajari kita untuk tetap sabar. Sabar artinya tidak ngomel, kesal dan marah dengan situasi. Tapi kita menerimanya sebagai cobaan/ujian dari Allah. Sabar juga bermakna mentaati ketentuan ahli kesehatan/ pemerintah dalam suasana covid, physical distance, selalu cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker. Dengan sabar tersebut kita akan menikmati suasana “stay at home”. Ada berita orang menjadi stress karena jenuh tinggal di rumah selama ber-hari-hari. Ada orang yang gampang marah-marah dan banyak lagi tingkah laku orang yang bosan dan kesal. Karena itu kita harus sabar dan upayakan menikmati suasana di rumah yang selama ini sangat terbatas, Ketemunya dengan suami/isteri, anak dan cucu hanya pada malam hari. Covid memberi peluang mengintensivekan hubungan keluarga menjadi lebih dekat dan terbuka.

 

KetigaCovid mengajarkan kepada kita harus “hemat”. Hemat artinya membeli sesuatu yang memang dibutuhkan. Kalau tidak atau kurang dibutuhkan tunda dulu.Kalau peralatan masih bisa dipakai atau diperbaiki, pakai dan perbaikilah  tidak usah membeli yang baru. Kalau selama ini makan banyak jajannya, sekarang cukup memasak sendiri dengan sayur dan buah seadanya namun cukup kadar gizinya. Karena covid belum bisa diramal akpan akan berakhirnya. Sementara penghasilan kita berkurang. Jadi harus pandai mengatur keuangan. Bisa menyimak cerita Nabi Yusu falam alqur’an yang menasehati raja Mesir untuk “hidup berencana”. Ketika penghasilan ada tidak dihabiskan?diboroskan tapi dipakai seperlunya dan nanti ketika datang masa sulit, kita bisa mengatasinya dengan baik.

 

Keempat; Covid mengajari kita “lebih mandiri”, Kalau selama ini banyak pekerjaan yang dilakukan oleh asisten rumah tangga , maka selama covid tugas asisten rumah tangga dikurangi, merapikan rumah bagian dalam bukan tugasnya.




 

KelimaCovid mengajarkan kepada kita bahwa dalam beragama (Islam) itu “mudah”. Bila tidak bisa di masjid, di rumah saja untuk sholat berjamaah, tarawih dan juga sholat ied. Bila kita sulit air kita bisa tayamum. Bila kita dalam perjalanan kita bisa sholat qashar dan jamak. Semua itu memberi kemudahan. Hanya jangan sampai islam itu “dipermudah”. Yang penting semua kewajiban itu tetap dilaksanakan. Karena itu dalam mencari nafkah dan bekerja, sesibuk apapun kita jangan lupakan sholat. Jangan karena sibuk sholat dilakukan diakhir waktu.

 

Al-Qoshos ayat 77

 
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُاِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ - ٧٧

 

 

Sebagai nasehat penutup; diingatkan tujuan kita hidupseperti disebut dalam alqur’an Tidaklah kita diciptakan Allah kecuali untuk beribadah kepadaNya. Juga disebutkan hidup kita harus dibuat seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat. Jangan hanya mementingkan dunia saja lalu melupakan akirat. Jangsn Ipula mengejar akhirat saja lalu melupakan kehidupan dunia. Islam sudah mengatur kesimbangan tersebut selalu diwujudkan setiap hari. Di tengah kita sibuk bekerja dan berkomunikasi disediakan lima waktu untuk istirahat sejenak menghadap dan berkomunikasi dengan Tuhan.

 

 

Saturday, September 11, 2021

Kegiatan Saat Pandemi Covid19 : Ternak Lele Di Ember




Bagian belakang rumahku ada kolam ikan dan aquarium. Kolam ikan itu berbentuk melingkar mengililingi bangunan panggung kecil tempat istirahat pada awalnya. Aneka ragam ikan ada disana. Mulai ikan patin hitam dan ada juga yang putih, gurame yang hitam dan kemerahan, ikan mas dengan aneka warna, ikan mujaer aneka warna dan bulus papua. Ikan yang paling tua dikolam itu adalah ikan gurame yang beratnya mungkin sudah 7 kg. Ikan ini pemberian nakanda Leo (yang juga penggemar memelihara aneka ikan) dan umurnya 12 th. Nakanda Leo juga memberikan bulus papua dan sekarang juga sudah besar dan beratnya jangan-jangan sudah hamper 10 kg. Ikan yang rajin beranak  adalah ikan mujaer merah dan abu-abu. Rupanya mereka bertelur dan menetas. Ketika baru menetas ikan mujaer itu terbawa arus putaran mesin pompa dari kolam ke tempat wadah penyaringan dan setelah agak besar sedikit diturunkan ke kolam lagi atau terbawa arus air yang turun ke kolam lagi. Paling tidak setengah bulan sekali harus ditangkap dari kolam untuk di goreng atau disayur maupun di pepes . Bila tidak diambil  kolam ikan akan terlihat padat dan kurang menarik untuk dilihat. 

 


Ketika masa pandemic di Facebook ramai memberikan panduan bagaimana “membudi dayakan ikan lele di ember” sekaligus “menanam kangkung untuk sayur”.  Akupun tertarik untuk memanfaatkan beberapa ember besar yang tidak dipakai di rumah. Ku pelajari petunjuk budi daya lele di ember dari youtube. Lalu Bersama Bang Murkin dan Bang Marta memanfaatkan empat-ember plastic besar yang tidak dipakai dan  juga gelas plastik  aqua bekas.. Gelas plastik di bawahnya diberi lobang kecil untuk air masuk mengisi gelas. Tinggi airnya cukup sepertiga ketika menanamkan bibi dan setelah bibit kangung sudah tumbuh air dalam gelas bisa diisi sampai separuh gelas plastik.  Rupanya satu ember itu bisa memuat 10 sampai 12 gelas plastik aqua untuk tempat menanam bibit sayur kangkung. Setelah rapi pada setiap gelas plastik ditaruh kapas dan arang untuk tempat meletakkan bibit biji sayur kangkung. Kemudian diatas kapas dan arang yang sudah basah tersebut diletakkan biji bibit sayur kangkung sekitar sekitar 10 biji. Setelah dua hari baru dimasukkan bibit ikan lele pada masing-masing ember sekitar 25 ekor. Setiap hari 2 kali sehari ikan lelenya diberi makan pelet secukupnya. Air kolamnya juga di ganti bila sudah kotor. Dalam 3-4 hari bibit kangkung sudah kelihatan tumbuh.  Begitu menurut petunjuknya. Alhamdulillah pernah merasakan panen kangkung, walau tidak tampak sesegar yang biasa dibeli di pasar. Kemudian dalam perjalannyanya beberpa ikan lele mati. Namun masih banyak yang hidup. Setalah 3 bulan panen ikan lele. Sayangnya juga ikan lelenya tidak begitu besar seperti di petunjuk Youtube. Namun tetap menyenangkan sebagai salah satu pengisi kesibukan di masa pandemic. Mungkin karena kurang telaten dalam pemeliharaan menyebabkan hasiilnya kurang memuaskan namun tetap menyenangkan.





Saturday, September 04, 2021

OLAHRAGA DI MASA PANDEMI COVID

 
Pemberitaan meningkatnya jumlah orang yang kena covid membuat anak-anak mengambil langkah pembatasan agar asisten rumah tangga tidak lagi masuk ke rumah inti, karena mereka datang dan pulang setiap hari. Pintu dari dapur ke dalam ruang makan ditulisi mereka hanya sampai di situ. Juga pintu utama rumah dipasangi cucuku dengan poster stay at home dan mereka juga tidak masuk lagi.
 
Ini berakibat semua pekerjaan rumah inti harus dilakukan sendiri, sedangkan asisten rumah tangga tetap masuk dengan pertimbangan agar mereka tetap dapat penghasilan. Hanya jam kerjanya dikurangi , masuk jam 07.00 dan jam 13.00 sudah boleh pulang kecuali bang marta dan uwak Ukin yang giliran jaga rumah.
 
Anak bungsuku Nia mulai mengatur tugas pembagian tugas semua penghuni rumah inti termasuk aku dan Nata cucuku. Aku kebagian menyapu setiap pagi dan Nia mengepel setiap hari juga. Nata bertugas membersihkan paket-paket yang datang denga sanitizer dan tissue basah. Piring dan pakaian kotor harus diletakkan di tempat yang telah disediakan agar besoknya bisa dibersihkan oleh asisten rumah tangga. Kamar mandi harus dibersihkan sendiri. Semua keperluan rumah inti harus dikerjakan oleh penghuninya sendiri. Pada sore hari saya dan cucu saling membantu untuk membawa piring-piring bersih ke dalam rumah inti. Ella & Pri juga bertanggung jawab membersihkan rumah masing-masing. Kami semua bergotong royong menjaga kebersihan rumah.
 
Kebiasaan pagiku juga bertambah kegiatan baru menyapu rumah inti. Itu kulakukan di pagi hari sekitar jam 06.00 setelah aku istirahat sejenak setelah mengaji al-Qur’an sebelum dan sesudah sholat subuh. Aku tidur sebelum jam 21.00 agar nanti malamnya sekitar jam 03.00 bisa bangun untuk sholat tahajud. Habis tahajud terua mengaji Al-Qur’an sampai waktu subuh. Setelah itu dilanjutkan mengaji Al-Qur’an sekitar setengah jam. Jadi jam 05,30 telah selesai dan bisa instirahat sebentar sambil baca berita dan WA.Jam 06.00 mematikan lampu luar dan membukakan pintu belakang agar asisten rumah tangga bisa masuk. Kemudian kuteruskan dengan menyapu rumah inti (kamar tidurku, ruang keluarga, ruang sholat, ruang tengah, ruang tamu dan ruang makan). Setelah itu aku bersiap olahraga biasanya sekitar jam 06.30.


Sebelum PSBB dan ketika jalan tol Serpong – Cinere belum selesai, jalan tol tersebut ramai dipakai olahraga jalan kaki bagi masyarakat sekitarnya, termasuk aku. Ternyata ada pemandangan indah di Pamulang. Melihat dari atas danau situ sasak tinggi.

Rute jalanku menyusuri jalan tol dari Jembatan Bambuapus ke jembatan pintu keluar ke ciputat sekitar 3 Km lalu pulang lagi.  Jadi bisa menempuh jarak 6 km setara dengan jalan kaki 6000 langkah. Ketika kucoba jalan kaki tanpa melafalkan zikir asmaul husna, baru 2 km sudah terasa Lelah. Tetapi ketika langkahku kuiringi denga melafalkan zikir asmaul husna, aku setiap hari bisa menempuh jarak 6 km. Mudah-mudahan nanti ada yang meneliti apakah olahraga yang diiringi zikir asmaul husna membuat daya tahan tubuh lebih kuat?  


Terkadang aku jalan di temani anak-anakku pernah kami berjalan dari rumah sampai ke pasar BSD. Masuk ke jalan tol aktif, karena jalanan ramai aku jalan di parit pinggiran tol yang berrumput. Saat itu kami tidak tahu jalan lain. Sesampai di pasar BSD anakku Nia menelp supir di rumah untuk menjemput kami. Sembari menunggu jemputan kami makan dulu jajanan-jajanan di pasar. Untungnya semua bisa bayar dengan OVO karena uang tunai pun kami hanya bawa 50 ribu.



Ketika PSBB olah ragaku beralih ke sepeda statis yang terletak di ruang olahraga (ruang yang tadinya garasi mobil)selama 45 menit. Sehingga mendapat catatan langkah di dapat antara 6000 sd 7000 langkah. Berjalan 6000 langkah dalam sehari cukup memenuhi syarat kesehatan. Aku jadi teringat kepada almarhum isteriku, ketika ku ajak olah raga dia selalu bilang aku sudah olah raga setiap hari dengan menyapu rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Namun setelah aku bertugas menyapu rumah kuhitung berapa langkah untuk semua tugas itu. Rupanya tidak lebih dari 700 langkah, namun memang terasa berat karena harus membungkuk sedikit sebab gagang sapunya tidak seukuran dengan kita berdiri. Belum lagi aneka pekerjaan rumah tangga lainnya membuat isteriku juga sudah merasa telah berolahraga.
 
Sebelum olahraga aku minum air hangat. Untuk membuat suasana olahragaku tidak terasa berat, maka setiap genjotan pedal kuiringi bacaan asmaul husna secara terus menerus dan di antara asmaul husna 10 pertama keberikutnya ku baca  Ya Allah Ya Allah Ya Allah sebagai penanda selesai sepuluh asmaul husnaAsmaul Husna itu 99 nama kubagi setiap sepuluh nama diselingi ucapan Ya Allah Ya Allah Ya Allah. Kuhitung setiap berakhir 10 asmaul husna memakai waktu sekitar 2,5 menit. Ini berarti selama olahraga aku sempat memuji Allah (zikir) dengan zikir asmaul husna sebanyak  16 X 99 = 1584 asma Allah. Beberapa kali kucoba tanpa melapazkan asmaul husna, rupanya baru sekitar 10 menit sudah terasa lelah dan ingin berhenti. Dari praktek tersebut rupanya Ketika berolah raga sambal zikir asmaul husna membuatku tidak terbebani dan berat menyelesaikan 40 menit setiap berolah raga. Terpikir olehku tampaknya  melafalkan zikir asmaul husna sambil olah raga memberi motivasi dan semangat sehingga tidak terasa lelah. Apakah karena zikir itu kusenandungkan dan juga mungkin karena seperti punya target menyelesaikan 99 asma Allah tersebut untuk setiap putaran. Keadaan inilah membuatku tetap rajin berolahraga setiap hari kecuali Senen dan Kamis ketika aku berpuasa.


Dalam berolahraga sepeda statis biasa kumulai dengan mengatur tanggal, waktu, jarak tempuh (KM) dan kalori yang terpakai. Setelah siap aku mulai dengan Basmalah, lalu secara perlahan mulai kukayuh sepeda statis dengan membaca zikir “subhanallah, walhamdulillah, walailahailallah walhu akbar, diteruskan dengan lailaha ilallah wahdahula syraikalah, lahu mulku walahul hamdu wala ila haillah walu aakbar, walahaula wala quata illah billah hil alihil ‘azim. Selama 2 menit. Kemudian baru mulai zikir asmaul husna persepuluh nama dan setiap habis satu asmaul husna waktu yang diperlukan 2,5 menit. 
 


Gerakan kayuhan mulai agak cepat walaupun tetap bersandar di sandaran sepeda. Kauhan ini  akan berhenti setelah waktu tempuh 15 menit. Setelah itu  pindah memegang stang sepeda dan kayuhan menjadi cepat, namun tetap dengan zikir asmaul husna dan baru berhenti setelah mencapai waktu 30 menit. Biasanya keringat sudah deras mengalir. Memasuki  menit ke 31 kayuhan melambat dan kedua tangan ke atas seolah-olah akan mengambil sesuatu untuk 10 asmaul husna, kemudian diganti dengan gerakan dua tangan dari depan diangkat terus sampai kebelakang juga selama 10 asmaul husna. Kayuhan dan Gerakan ini berlangsung sampai habis bacaan cepat asmaul husna ke 99 selama  2 menit. Kemudian Gerakan berganti dengan kedua tangan terbuka diangkat ke muka seperti berwudhu akan membasuh muka juga 10 asmaul husna , kemudian ganti dengan Gerakan kedua tangan dikepal digandengkan lalu masing-masing bergerak kekiri dan ke kanan. Gerakan ini akan berhenti setelah asmaul husna ke 99 Juga selama 2 menit. Setelah itu kayuhan dan Gerakan tangan berganti lagi dengan menggelengkan kepala ke kiri dan kanan lalu Gerakan kepala mendongak dan menunduk, selama 1,5 menit kemudian ganti Gerakan memutar kepala dengan gaya tawaf dari kanan ke kiri habis 10 asmaul husna ganti putar kepala dari kiri ke kanan seperti Gerakan jarum jam selama satu menit. Ketika itu waktu tempuh sudah mencapai 36,5 menit. Gerakan terakhir dengan kayuhan yang makin pelan adalah memijit dan mengelus jari tangan satu persatu selama 2,5 menit (selesai zikir asmaul husna satu tahap) dan kemudian diakhiri dengan Gerakan memijit kepala dan telinga selama 30 detik. Kegiatan ini berakhir Ketika waktu tempuh sudah 40 menit. Itulah olahraga rutinku. Gerakan tangan dan kepala sambal mengayuh rupanya memberi efek baik untuk membuat tangan dan kepala tidak kaku dan gampang terkilir. Ini petunjuk kakak tertuaku almarhum M. Kafrawi ketika dulu ia rajin berolah raga.
 
31 Agustus 2021 HR

Thursday, August 26, 2021

Berkebun Di Saat Pandemi


Kegiatan yang terus di rumah memberi peluang untuk mengerjakan banyak hal, termasuk menanam dan merapikan tanaman. Anak-anakku menganjurkan dan sudah membelikan bibit sayuran dari online. Rupanya mereka ingin menambah kesibukanku stay at home. Ada sekitar 10 jenis bibit sayuran yang mereka pesan online. Tugasku untuk menyemai dan menanam serta memeliharanya. 




Kucoba dengan panduan tutorial youtube yang mereka berikan untuk mulai menyemai. Mulai dari merendam bibit di air hangat kuku dicampur bawang merah biar cepat tumbuh selama 4 sd 6 jam, kemudian disemai ditempat yang telah disediakan. Dalam tiga hari bibit sudah mulai tumbuh di semaian. Kemudian setelah  7 hari bibit dipindahkan  ke polibag-polibag yang telah disiapkan sebelumnya. Alhasil berhasil. Kemudian bibit yang telah ditanam di polibag-polibag itu diletakkan di bawah pohon klengkeng depan rumah dengan pertimbangan tidak kena langsung panas. Namun aku tidak memperhitungkan hujan yang masih sering turun dan biasanya lebat. Benar setelah hujan turun tersebut rupanya tanamanku kebanyakan rubuh padahal batangnya masih lemah. Karena itu hampir semua gagal.

                                                

Pada percobaan kedua bibit hasil semaian dipindah ke polibag dan diletakkan di garasi yang tidak kena hujan. Tampaknya berhasil dan setelah tiga hari dipindahan ke halaman rumah samoing yang kena matahari. Alhamdulillah sampai sekarang tumbuh . mudah-mudahan berhasil sampai panen. Tanamannya  kangkung, kacang panjang dan selada.



Di samping itu aku membeli online juga bibit buah-buahan , tadinya mau ikut menanam pohon buah di pot, dengan membeli lecih dahulu growingbag. Namun setelah growingbag datang tidak yakin buahnya akan tumbuh subur, lalu dikutanam di tanah seperti biasa. Bibit buah itu jambu kritasl merah, alpokat jumbo, mangga ungu dan jambu air. Mudah-mudahan juga tumbuh dengan baik. Ini kegiatan selingan di masa covid.