Thursday, March 19, 2009

Tinjauan Historis dan Analisis UIN sebagai Center of Excellence

Makalah pada Workshop Pengernbangan UIN 10 Tahun Ke Depati, tanggal 17 April 2003, Wisma Danamon, Gadog Cisarua Bogor.

Perubahan bentuk lembaga pendidikan UIN dari bentuk akademi dengan ADIA, lalu menjadi institut dengan IAIN dan sekarang menjadi universitas dengan UIN. Perubahan tersebut menggambarkan telJadinya pengembangan kajian studi yang digeluti selama ini. Ketika masih ADIA, fokus kajian terbatas pada penyiapan tenaga profesional guru agama pada madrasah dan sekolah umum serta imam tentara. Ketika berubah bentuk menjadi IAIN fokus kajian studi agama menjadi lebih luas yang mencakup Tarbiyah, Adab, Syariah, Ushuluddin dan Dakwah. Demikian pula ketika berubah menjadi universitas fokus kajian menjadi lebih luas lagi, bukan hanya kajian agama tapi juga kajian studi umum. Bentuk yang terakhir ini dimaksudkan untuk menghilangkan dikhotomi ilmu agama dan ilmu umum, Dengan kata lain upaya memadukan kajian Islam dengan ilmu umum, atau pemaduan studi imtaq dan iptek.

Kenyataan menunjukkan keberadaan fakultas agama pada universitas tidak membuat fakultas agama menjadi ciri utama dari universitas Islam, namun malah menjadi beban dari fakultas umum lainnya, karena jumlah peminat yang sangat terbatas dan tidak punya keistimewaan dan daya tarik . Kekbawatiran inilah yang membayang bayangi perubahan IAIN menjadi UIN. Apakah fakultas agama akan menjadi lebih kecil dan turun pamomya bersaing dengan fakultas umurn, sehingga perlu juga disubsidi oleh fakultas lain seperti pada universitas Islam lainnya?

Apakah jumlah dan jenis fakultas agama seperti yang selama ini perlu dipertahankan? Bila dipertahankan apakah masih bisa bersaing ? seperti fakultas syariah dengan hukum, fakultas syariah muamalah dengan ekonomi, fakultas dakwah dengan komunikasi, fakultas adab dengan sastra. Bila pada fakultas agama "tradisional" tidak mempunyai keunggulan dan daya tarik seperti selama ini, maka akan telJadi pudarnya pamor fakultas agama dan bisa berakibat berkurangnya jundah fakultas agama setaha[ demi setahap.

AFTA (Asean Free Trade Area) 2003, dan WTO (World Trade Organization) 2010 dan APEC (Asia Pasific Economy Corporation) pada 2010 dan 2020), merupakan era perdagangan bebas dengan ciri telJadinya liberalisasi perdagangan termasuk jasa pendidikan. Gejala yang mulai tampak:

  1. Banyaknya mahasiswa. Indonesia yang belajar ke luar negeri dengan biaya sendiri
  2. Munculnya PT atau lernbaga pendidikan asing yang beroperasi di Indonesia,dengan berbagai modus operandinya
  3. Maraknya kegiatan dengan pola twinning atau franchising
  4. Lembaga pendidikan asing yang menawarkan program melalui pendidikan j arak jauh.
  5. Banyaknya tenaga asing pada level konsultan terutama untuik proyek2 bantuan/pinjaman luar negeri.

Keterpurukan Perguruan Tinggi Indonesia:
  • Pada level perguruan tinggi; Dari 77 peserta universitas multi disiplin di Asia, Australia dan Selandia Baru, Ul menduduki peringkat 61, UGM 68, Undip 73 dan nair 75; Dari 39 universitas Science and Technology, ITB menduduki peringkat 21. Bandingkan dengan universitas di Malaysia: University of Malaya 47, Putra University of Malaysia 52, semua di atas Ul yang kita anggap terbaik. University of Philipine 48, dan Jawahral Nehru University India 37 .
  • Daya saing Indonesia urutan ke 44 dari 53 negara (World Economic Forum, 2000),atau urutan ke 49 dari 49 negara (= paling rendah!) (Institute Management for Development).

Langkah Reformasi UIN

  • Reformasi Kelembagaan; Perlu mengkaji ulang posisi fakultas, program studi dan konsentrasi dari fakultas agama untuk melihat kaitannya dengan visi UIN dan relevansinya dengan kebutuhan masyarakat. Dalam reformasi UIN stakehoulder perlu diberi peran dan tanggung jawab yang lebih dominan untuk mengadakan identifikasi kebutuhan lulusan UINReformasi Bidang AkademikReformasi bidang akademik bertujuan untuk meningkatkan mutu dan relevansi UIN untuk menghadapi tantangan masa depan.
  • Reformasi akademik diawali dengan penetapan visi UIN sebagai pernandu seluruh kegiatan . Kurikulum lokal perlu diperbesar jumlahnya menjadi 60%, supaya UIN dapat lebih cepat menanggapi kebutuhan dunia usaha dan masyarakat. Asosiasi bidang i1mu dan profesi perlu dikembangkan dan digalakkan sebagai wadah professional
  • Reformasi Bidang Administras ; Refortnasi di bidang administrasi bertujuan untuk mengadakan deregulasi dan pemberdayaan unit unit pelayanan yang ada di UIN. Ujung tombak peningkatan kualitas menuJu standar mutu lulusan perlu mendapat perhatian besar seperti proses belaJar mengajar (para dosen dengan ruang ke~a yang memadai dan lokal kuliah yang nyaman), perpustakaan dan laboratorium, pusat bahasa, pusat penelitian dan penerbitan, pusat kegiatan mahasiswa. Unit pelayanan harus mereform diri dengan paradigma baru dengan meningkatkan efektifitas dan efisiensi manajemen UIN, antara lain dengan memperpendek mata rantai birokrasi dan mengurangi biaya administrasi. Sistem pendidikan tinggi perlu dikelola secara lebih profesional. Jaringan telekomunikasi dan komputer on line akan dapat membantu dalam koordinasi administrasi UIN.

PENUTUP
Memperhatikan semua uraian di atas jelaslah bahwa penyelenggaraan UIN bukan merupakan pekerjaan yang mudah dan ringan, akan tetapi merupakan suatu usaha yang besar dan berat, namun mempunyai nilai yang sangat mulia, karena mencoba menemukan pemaduan kajian keislaman dan kajian umum secara bersama. Untuk menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas lahir dan batin untuk kesejahteraan dan kemajuan kehidupan bangsa dan negara di masa depan. Oleh karena itu penyelenggaraan UIN memerlukan sistem pengelolaan yang lebih baik lagi, terpadu dan berkesinambungan, karena bukan saja untuk memenuhi tuntutan masyarakat dan bangsa yang sekarang ingin reformasi disegala bidang, akan tetapi juga harus dapat memperhatikan persaingan dengan kemajuan yang dicapai oleh bangsa-¬bangsa lainnya dari luar, lebih lebih kalau dihubungkan dengan era globalisasi dan era pasar bebas (AFTA, WTO dan APEC) menjelang tahun 2020 nanti.



Bambuapus, 17 April 2003



No comments: