Wednesday, March 18, 2009

Peran Alumni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Makalah disampaikan pada seminar Alumni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.,Tanggal 25 September 2000 di IAIN Yogyakarta


PENDAHULUAN

Ketika lulus sarjana lengkap IAIN , saya dan beberapa teman yang tugas belaiar langsung menerima penempatan kembali sebagai pegawai negeri. Sedangkan teman teman yang "mahasiswa bebas"berpencaran mencari kerja dengan upaya sendiri ataupun relasi teman teman lainnya. Banyak diantara teman itu sampai kini belum tahu di mana tugasnya.

Namun dari berbagai teman yang ketemu dan ada beritanya, banyak diantara mereka menjadi pegawai negeri yang bertugas di Pengadilan Agama, di kantor Departemen Agama, menjadi guru, dosen dan peneliti, menjadi pembina rohani di TNI dan PoIri, di Departemen Luar Negeri, di BKKBN dan berbagai instansi pemerintah lainnya. Di samping itu ada juga yang menjadi wiraswata, baik menjadi pengusaha (dalam bidang perdagangan, agri bisnis dan bidang jasa) maupun yang menjadi muballigh/ penceramah dan kiayi. Juga banyak diantara mereka yang menjadi pimpinan organisasi sosial keagamaan, politik dan bahkan menjadi anggota badan legislatif (DPR/DPRD dan MPR). Juga yang menjadi penulis dan wartawan.

Alhamdulillah hari ini kita semua bisa bertemu kembali dan berbincang bincang tentang pengalaman yang telah kita alami (baik berupa kesuksesan maupun hambatan) dan seberapa jauh andil IAIN sebagai perguruan tinggi agama membantu mempersiapkan kita terjun di masyarakat. Ini sebagai upaya refleksi kita bersama dan masukan bagi institus! IAIN dalam menatap masa depan.

MENJADI BIROKRAT

Sebagai seorang pegawai tugas belajar dan saya harus kembali menjadipegawai negeri di Departemen Agama setelah lulus dan mendapat gelar doktorandus, maka tugas yang dikerjakan adalah tugas tugas administratif (membaca surat masuk, menjawab surat yang diperlukan ataupun memproses berbagal tindak lanjut dari surat surat tersebut, termasuk surat berbahasa Arab dan Inggeris , juga keglatan mengonsep dan mengetik surat atau pidato pimpinan).

Tugas tugas birokrasi tad! dapat penulis lakukan dengan balk karena penulis sebelumnya lulusan PHIN (yang juga memberi pelajaran administrasi), di samping itu semasa kullah ikut juga program pelatihan administrasi yang diselenggarakan oleh BPA Balai Pembinaan Administrasi) Universitas Gajah Mada dan juga jkut pelatihan Adminstrasi Keuangan dan Bendaharawan serta pengawasan keuangan yang diselengarakn oleh Departemen Keuangan .

Bekal lain yang dirasakan mendukung pelaksanan tugas penulis sebagai birokrat adalah aktifitas penulis di organisasi mahasiswa yang melatih penulis dalam bergaul dengan teman kerja dan memimpin kegiatan. Bekal yang penulis terima darl kurikulum dan materi yang diajarkan, secara langsung kurang dirasakan, namun sebagai pembuka wawasan dan ketrampilan berfikir sangat terasa manfaatnya. Saya tidak tahu, apakah pengalaman yang penulis rasakan ini sama dengan teman teman?.

Kalau sekiranya dari pengalaman pengalaman kita semua mirip seperti yang penulis rasakan, maka boleh jadi kita perlu berfikir ulang, apakah tidak sebajknya kurikulum IAIN dikaji kembali dan mencoba membantu tugas-¬tugas yang akan dihadapi setelah ia terjun ke dunia kerja yang beraneka ragam itu.

Sebagai bahan berikut ini dikemukan berbagai harapan dari berbagai pihak terhadap IAIN . Membicarakan harapan berbagai pihak terhadap IAIN dimaksudkan untuk mengetahui "demand'' tuntutan dan kebutuhan mereka terhadap IAIN.


1. Harapan Masyarakat

Masyarakat balk masyarakat desa atau kota masyarakat "terdidik'' ataupun "kurang terdidik'' menganggap lulusan IAIN sebagai 11 orang alim'' yang paham agama dan melaksanakan ajaran agama khususnya ibadah mahdah . Oleh karena itu hampir disetiap kesempatan atau forum, bila ada kegiatan berbau agama, orang orang selalu melirik lebih dahulu, apakah di forum atau kesempatan itu ada mahasiswa atau lulusan IAIN. Misalkan dalam sholat berjamaah, ketika mencari slapa yang akan menjadi imam, maka dilihat dulu, apakah disitu ada mahasiswa atau lulusan IAIN, bila ada maka ia dipersilahkan lebih dahulu untuk menjadi imam.

Demikian pula ketika ada kenduri atau selamatan. Waktu akan acara Harapan Ulama dan Pimpinan Organisasi/Kelembagaan Islam memimpin doa, maka dilirik pula mahasiswa atau lulusan IAIN. Demikian juga dalam berbagai kegiatan agama atau kegiatan yang bersentuhan dengan agama seperti sholat Jum'at, upacara kematian. dalam acara doa, ceramah, nasehat/fatwa dan lain lain. Mereka merasa kurang "afdol'' bila disitu masih ada lulusan IAIN.

Dalam perasaan masyarakat bidang bidang kegiatan tersebut merupakan otoritas'' IAIN. Sama halnya bila masalah kesehatan yang muncul orang akan selalu melirik ke para dokter atau ahli kesehatan masyarakat.

Di samping itu masyarakat menganggap "orang IAIN tentu melakukan ibadah dengan "baik dan teratur serta berakhlak yang terpuji''. Masyarakat akan merasa "aneh dan janggal'' bila anak IAIN tidak mampu melakukan hal tersebut. Mereka tidak mengert! apakah anak tersebut lulusan fakultas Syariah, Ushuluddin, Tarbiyah, Adab ataupun Dakwah, bahkan jurusan apapun juga mereka tidak peduli yang mereka paham! setiap anak dan lulusan IAIN tentu mampu mengamalkan dan memimpin kegiatan keagamaan.


2. Harapan ulama dan pimpinan organisasi / kelembagaan Islam

Disisi lain para ulama/tokoh agama, maupun pimpinan organisasi atau kelembagaan Islam, mengharapkan dari para lulusan IAIN muncul kader-kader pimpinan ummat ataupun -ulama muda'' dan para organisator. Merekalah yang diharapkan untuk menggerakkan berbagai lembaga dan organisasi Islam baik dalam bidang dakwah, kemasyarakatan, ekonomi, dan politik.

Dengan demikian mesjjd yang jumlahnya ratusan ribu majelis-majelis taklim, lembaga dakwah, lembaga bazis dan berbagai organisasi/kelembagaan Islam akan menjadi pusat-pusat pemberdayaan ummat yang digerakkan oleh para alumni IAIN.


3. Harapan Pemerintah

Pemerintah , berharap dari IAIN tersedianya para "administratur Islam" yang mampu mengelola adminstrasi pemerintah dan swasta, khususnya yang berkaltan dengan kelembagaan Islam seperti unit kantor departemen agama, pesantren, madrasah , masjid, majelis taklim dan berbagai unit kelembagaan Islam lainnya. Di samping sebagai administrator, pemerintah berharap juga lulusan IAIN mampu menjadi pembina rohani dari lembaga lembaga pemerintah dan swasta seperti di kantor kantor, rumah sakit, panti jompo dsb. Karena IAIN berada di daerah, maka tentunya harapan pemerintah daerah harus mendapat perhatian pula. Harapan pemerintah daerah inj akan memberikan spesifikasi wilayah berdasarkan potensi, adat dan kultur daerah itu sendiri.

4. Harapan Orang Tua

Orang tua menyekolahkan anaknya di IAIN juga berharap agar anaknya menjadi "orang alim'' dalam arti mempunyal pengetahuan dan pemahaman agama yang cukup, melaksanakan ajaran agama dan mampu memberi bimbingan agama serta berakhlak yang baik. Kemudian setelah lulus mendapat pekerjaan yang "layak''. Begitu besar harapan orang tua ini, menyebabkan kadang kadang mahasiswa masuk IAIN bukan atas kemauannya sendiri tapi lebih didorong oleh kemauan orang tuanya.


5. Harapan Mahasiswa

Mahasiswa sendirl berharap dengan pengetahuan agama dan umum yang didapat dan gelar sarjana yang diperoleh, akan menjadi bekal mencari pekerjaan yang layak, sehingga dapat meningkatkan kehidupannya dan status sosialnya, di samping itu dapat juga mengabdi pada bangsa dan agama.


MASA DEPAN ISLAM INDONESIA

Jumlah penduduk Islam Indonesia yang sangat besar sekitar 190 juta merupakan jumlah umat Islam terbesar di dunia dan menjadi sasaran layanan yang (Client) sangat strategis.

Di samping itu umat islam Indonesia dalam mengaplikasikan agama mempunyai beraneka ragam intitusi keagamaan yang jumlahnya ratusan ribu buah baik dalam bentuk masjid, mushallah, madrasah, pondok pesantren, majelis taklim/majelis dakwah, remaja masjid, badan amil zakat dan lain¬lain. Kesemua kelembagaan tersebut memerlukan tenaga pengelola yang profesional dan visioner.

Di sisi lain begitu besarnya pengaruh Islam pada kehidupan mansyarakat yang telah menumbuhkan "kultur Indonesia yang bernuansa Islam'' . Kultur ini memberikan kedekatan bangsa Indonesia dengan Islam, kalau tidak dapat dikatakan membuat bangsa Indonesia dikategorikan sebagai kelompok umat Islam. Belum lagi dengan banyaknya tokoh tokoh baik tokoh politik, intelektual , ekonom, administratur dan tokoh agama yang juga berasal dari kalangan lulusan IAIN.

Begitu besar harapan banyak pihak dan begitu luas bidang yang dimasuki agama serta begitu banyak jumlah ummat Islam di Indonesia telah memberikan indikasi bahwa masa depan Islam di Indonesia akan banyak diwarnai oleh kemampuan IAIN menyiapkan dirl sebagai sumber SDM Ummat yang mumpuni. Ini merupakan tantangan berat IAIN ke depan.


LANGKAH IAIN KE DEPAN

Dar! harapan terhadap IAIN dari kalangan masyarakat, tokoh agama, pemimpin organisas! Islam, pemerintah, orang tua dan mahasiswa sendiri serta tantangan global, maka dapat ditarik satu profil dari lulusan IAIN yang diidamkan oleh banyak pjhak tersebut.

Profil tersebut adalah lulusan yang mempunyai kemampuan dasar agama (basic competancy agama) yang cukup ; menguasai ilmu alat berupa bahasa Arab , Inggeris , ketrampilan komputer ; dan menguasai dasar dasar kepemimpinan . Bila harapan berbagai p1hak tersebut dapat dipenuhi oleh IAIN, maka secara tidak langsung kehadiran IAIN dirasakan maknanya oleh berbagai pihak dan dengan sendirinya rasa tanggungjawab (sense of responbility) dan rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat akan tinggi.

Pertanyaan sekarang, apakah kurikulum IAIN telah menjawab harapan dan prof!] dari lulusannya?. Bila belum maka perlu kaji ulang, termasuk adanya jenjang pendidikan S1, S2 dan S3 Yang memberikan kemampuan Yang berbeda satu sama lain. Keinginan agar lulusan IAIN menjadi ulama dan pemikir Islam tentunya diharapkan pada jenjang lulusan S2 dan S3 saja.

Kalau boleh menyimpulkan bahwa dari harapan dan tantangan global Yang akan dihadapi lulusan IAIN tersebut, maka kemampuan minimal lulusan IAIN (SD harus mencakup: Kemampuan dasar agama , kemampuan ilmu alat berupa bahasa arab dan komputer dan kemampuan dasar kepemimpinan. Dengan tiga kemampuan dasar itu, lulusan IAIN akan siap terjun ke masyarakat dan siap memasuki globalisasi

Selain tiga kemampuan dasar tersebut, IAIN dapat membuka berbagai bidang profesi Yang dibutuhkan masyarakat. Bag! mahasiswa IAIN Yang berminat menjadi -ulama- dia dapat mengambil berbagai program studi yang khusus untuk itu seperti program studi A]-Qur'an, program studi Hadist, program studi Fiqh. Bagi Yang ingin menjadi "ilmuan/scientis'',ia dapat mengambil program studi umum seperti psikologi, ekonomi, teknik, MIPA bahkan kedokteran sekalipun. Inilah Yang disebut IAIN dengan "wider mandate''.

Tiga kemampuan dasar ini diterjemahkan oleh masing-masing IAIN dalam bentuk kurikulum minimal Yang mata kullahnya ditentukan sendirl. Tiga kemampuan dasar ini tidak harus diformulasikan dalam bentuk kurikulum Yang diajarkan secara terstruktur, namun harus dibuat sedemikian dinamis dan fleksibel sehingga dapat dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan, baik melalui kurikuler, ko kurikuler ataupun ekstra kurikuler.

Kemampuan Bahasa Arab dan komputer misalnya, dapat dilakukan dengan kerjasama pihak ketiga Yang punya program tersebut . Kemampuan dasar kepemimpinan dapat diperoleh mahasiswa melalul kegiatan ekstra kurikuler yang dieselnggarakan oleh berbagai organisasi mahasiswa, baik di kampus maupun di luar kampus.

Bagi mahasiswa yang telah memiliki kemampuan dasar tersebut (yang boleh jadi diperolehnya) di jenjang pendidikan sebelumnya tidak perlu dibebani lagi, sehingga ia dapat mengambil program berikutnya.


Bambuapus, 25092000



No comments: